Latest Entries »

(Tulisan ini bersumber dari status facebook Bu Nanik S Deyang dan dicopy-paste atas izin beliau)

Kemarin pada bagian pertama, saya sudah cerita perjalanan mengapa PT Kiani Kertas (sekarang PT Kertas Nusantara) mati-matian dibangun pengusaha Bob Hasan, atas suruhan Pak Harto agar wilayah yang sudah di incar Amerika untuk pangkalan perang itu tdk jadi dipakai Amerika. Saya juga cerita bagaimana PT Kiani Kertas babak belur dihajar krisis buatan Amerika, hingga jadi pasien BPPN, dan lagi-lagi setelah di PT Kiani Kertas akan dicaplok Amerika lewat JP Morgan, akhirnya lewat pinjaman Bank Mandiri, aset lahan terseksi di mata Amerika itu bisa diselamatkan Prabowo (waktu itu berpatungan dengan Luhut Panjaitan yang sekarang menjadi KOMANDAN NOMOR SATU DIBALIK TIM SUKSES JOKOWI).

Oke, akhirnya Bank Mandiri menyetujui pemberian pinjaman ke Prabowo dan Luhut, dan saat itu untuk membeli PT Kiani diberi pinjaman sekitar 1,8 T (tahun 2002).

Setelah di tangan Prabowo , tentu tidak mudah membenahi perusahaan yg selama tiga tahun (selama di BPPN) hampir tidak bertuan ini. Belum lagi masalah bahan baku , dimana hutan tanaman industri yang dipakai sudah tidak bisa mengejar kebutuhan , padahal Prabowo bersikukuh tidak mau memakai bahan baku hutan alam , maka yang dilakukannya adalah dengan mengimpor bahan baku dari luar negeri. Tentu ini sangat mahal biayanya.

Prabowo juga harus berjibaku untuk melakukan renegosiasi dengan para supplier berupa hutang peninggalan dari manajemen lama, saat membangun pabrik tersebut, dan mengoperasikannya. Prabowo juga terus bertahan untuk tidak mengurangi karyawan di perusahaan itu.

Dalam kondisi yang amat sangat sulit tetap mengoperasikan perusahaan itu, dengan bahan baku yang harus impor, dan karyawan yang terus dipertahankan dalam jumlah banyak (1500 orang), ternyata di internal manajemen perusahaan terjadi konflik antara Prabowo dan Luhut. Kabarnya Luhut ingin menguasai perusahan tersebut. Saat konflik dengan Luhut terjadi, dalam waktu bersamaan muncul masalah di Bank Mandiri, yaitu ECW Neloe sebagai Dirut Bank Mandiri digoyang dengan kasus pemberian kredit untuk pembelian asset Domba Mas . Neloe digoyang saat awal pemerintahan SBY ( ini ada cerita sendiri , tapi karena gak berkait langsung dengan Prabowo sy tidak ceritakan).

Ketika mulai ramai pemberitaan, bahwa Neloe akan dilengserkan bukan hanya pada kasus pemberian kredit pada grup Domba Mas Medan, tapi juga pada masalah pemberian kredit pada Prabowo untuk membeli PT Kiani Kertas, Neloe pun buru-buru memberitahu Prabowo untuk segera membayar hutangnya, agar Prabowo terkena masalah hukum. Neloe yang waktu itu belum dijebloskan ke penjara dalam kasus pemberian kredit ke Domba Mas, awal tahun 2005 akhirnya bertemu empat mata dengan Prabowo.

Diceritakan oleh Neloe, awalnya karena sering dengar cerita dari teman-temannya soal temperamentalnya Prabowo, ia agak ngeper juga harus berhadapan dengan Prabowo untuk menagih utang plus bunga yang kala itu dari 1,8 dan sudah meningkat plus bunganya menjasi Rp 2,2 T. Bahkan saat masuk ke ruangan, Neloe sempat berkeringat dingin, namun Neloe juga ingat bahwa beberapa kali ia bertemu Prabowo , Prabowo orang yang memiliki sikap ksatria dan jujur, serta humanis yang diwariskan dari ibunya.

Nah saat masuk di suatu ruangan dan bertemu hanya empat mata itulah, Prabowo setelah bersalaman dan mengucapakan salam, kemudian menanyakan berapa jumlah utangnya (PT KIANI) plus bunga yang harus dibayar. Karena tidak menyangka Pak Prabowo langsung menanyakan jumlah utang , maka otomatis Neloe tidak hafal, kemudian ia keluar ruangan untuk menanyakan pada direksi Bank Mandiri yang menunggunya di luar. Kemudian Neloe masuk lagi ke ruangan membawa catatan lalu menyebutkan jumlah utang tersebut, plus bunga . Dalam kesempatan itu ECW Neloe menawarkan hair cut atas utang 2,2 triliun tersebut. Apa yang terjadi?? Prabowo mengatakan, “ Baik Pak hari ini juga akan saya bayar cash dan tidak usah di hair cut. Saya tidak mau membebani Negara dengan saya mendapat hair cut” ujar Prabowo . Neloe tercekat dalam diam, ia seperti mimpi, bagaimana dia yang sudah 35 tahun menjadi bankir malang –melintang hingga luar negeri, selalu sulit menagih utang pada debitur kakap , dan biasanya kalau toh mau bayar utang minta restrukturisasi hingga puluhan tahun, dan juga minta hair cut, kok ada pengusaha yang bernama Prabowo Subianto ini membayar cash hutang ke Mandiri 2,2 T, tanpa mau diberi potongan bunga.

Bagaimana saya bisa menceritakan perisitiwa di atas sangat detail, karena tanpa sengaja , ketika Pak Neloe sudah dipenjara tahun 2006 ( terkait kasus pemberian kredit ke Domba Mas) di LP Cipinang , saat saya kunjungi beliau bercerita hal di atas. “ Selama saya menjadi bankir itu perisitiwa langka yang pernah saya alami. Saya tidak tau dari mana Pak parbowo bisa punya uang cash demikian banyak saat itu. Dan aneh ketika semua orang ngemis minta hair cut, Pak Prabowo tidak mau ditawari hair cut. Deyang, saya mau bilang dia pembayar hutang terbik di Indonesia, mungkin malah di dunia,’ kata Pak Neloe saat itu.

Lucunya Kejaksaan yang tadinya akan menambah beban tuntutan ke Neloe berkait dia member i kredit ke Prabowo untuk membeli PT Kiani Kerta , menjadi mentah, karena tidak mengetahui bahwa semua hutang PT Kiani Kertas sudah selesai sejak awal tahun 2005. Saya pun sempat mengkonfirmasi ke Dirut Mandiri pengganti ECW Neloe kala itu, Agus Marto Wardoyo, dan benar hutang Prabowo ke bank pemerintah sudah selesai.

Dalam soal hutang ke bank pemerintah bandingkan dengan mereka yang bersama Capres sebalah sana plus konglomerat di belakangnya, ada yang pernah di black list bank pemerintah karena ngemplang, ada yang bohongi obligasi pemerintah, dan ada yang nunggak hutang mega besar yang minta restruktuisasi hingga 14 tahun dan masih minta potongan utang.

Oh ya pertanyaannya dari mana Prabowo bisa membayar duit cash ke Bank Mandiri di awal tahun 2005 itu, baru belakangan ini saya tahu, karena saya bisa bertanya langsung ke Pak Prabowo, ternyata dari menjual beberapa perusahaan minyaknya di luar negeri.

Setelah membayar utang , Prabowo yang mulai “tidak rukun “ dengan Luhut terus berjibaku mempertahankan perusahaan yang terus merugi itu. Tahun 2011, lewat konspirasi jahat (saya tidak mau menyebut siapa dibalik konspirasi itu), Prabowo digugat seseorang yang mengajak para kreditor (para supplier PT Kiani) . “Tahun 2011 itu sebagai tahun yang berat bagi saya, saya sudah hampir nyerah, ada orang yang menggerakkan para supplier untuk mempailitkan saya atas utang PT Kiani. Tujuannya pokoknya saya harus dimiskinkan ,” kata Prabowo suatu kali.

Jadi hutang yang selama ini di share kemana-mana seolah itu hutang Prabowo , itu sebetulnya hutang PT Kiani Kertas yang sebetunya tidak ada masalah, karena itu hutang pada supplier (bukan hutang ke lembaga keuangan atau bank), hutang yang disrbut mencapai 14 T itu sebetulnya hutang berjalan, dan tidak akan muncul ke permukaan, bila saat itu tidak ada dalang yang berusaha mempailitkan Pak Prabowo ke Pengadilan. Hutang perusaahan itu bukan saja terjadi pada PT Kiani, semua perusaahan di muka bumi ini pasti punya hutang, mau yang konglomerat nomer wahid sampai ke perusahaan seperti mliki saya yang ecek-ecek pasti punya utang perusahaan. Perusahaan saya misalnya punya utang cetak, tapi bukan utang pribadi saya. Utang cetak saya itu saya bayar dari tagihan media yang terjual . Jadi saya juga gak perlu ragu atau takut dengan utang perusahaan saya, karena jumlah utang perusahaan saya yang berjalan sama dengan atau lebih besar dari piutang perusahaan saya ke agen. Mudah-mudahan setelah penjelasan ini paham, bisa membedakan hutang pribadi dan hutang perusahaan. Lha coba tanya saja sama PT Indofood Salim, memangnya perusahaan itu gak punya utang, tetap punya utang besar.

Nah, pertanyaannya mengapa PT Kiani /Kertas Nusantara bisa dipailitkan? Ya namanya perusahaan merugi , pasti ada telat-telatnya membayar ke suplier, apalagi Prabowo menomboki perusahan itu dari kantong pribadinya (diambil dari perusahaan lain). PAdahal kalau Prabowo mau menjual perusahaan itu, karena memang sudah lama diincar asing, Prabowo mungkin bisa membangun lagi 20 perusahaan baru. Tak hanya itu, Prabowo mungkin bisa dengan mudah memenangkan partai Gerindra , karena punya duit luar biasa besar sehingga bisa mendanai partai secara maksimal, sehingga mesin partainya bisa jalan. “Masak saya jual ke asing, lha saya saja habis-habisan selama ini mempertahankannya,” katanya dengan suara pelan.

Balik ke masalah dipailitkan tadi, dalam beberapa kali sidang kubu Prabowo hampir dipastikan kalah, karena waktu itu ada tekanan yang kuat ke penegak hukumnya. Namun di injury time, para penegak hukum itu berani melawan keadaan, dan mereka mengikuti hti nuraninya, hingga kospirasi jahat itu TIDAK BERHASIL MEMPAILITKAN PRABOWO (Suatu saat saya akan bercerita detik-detik menegangkan hingga hakim berani memutuskan Prabowo yang menang, padahal dibawah tekanan yang hebat).

Prabowo di tahun 2011, itu akhirnya diputus tidak bisa dipilitikan, dan hutang 14 T itu bisa direstrukturisasi salaam 20 tahun. Namun bukan Prabowo kalau dia pengecut tidak membayar utang, hingga saat ini hutang tersebut, hanya tinggal 8 T, padahal keputusan pengadilan itu membolehkan Prabowo menyicil ke para supplier hingga 20 tahun.

Tahun 2011 yang hampir menjadi tahun kemiskinan bagi Prabowo (bila berhasil dipailitkan), namun di tahun itu pula Allah SWT, tiba-tiba menghadiahi rezeki yang luar biasa besar pada Prabowo. Di lahan HTI yang merupakan anak perusahaan PT Kiani tersebut, tanpa diduga ditemukan kandungan batubara yang memiliki cadangan konon bisa hingga di atas 50 tahun. Saking hebatnya rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, konon hanya 5 cm dari permukaan tanah (tanpa dikeduk ) batau bara tersebut sudah bisa diambil. Dan kekayaan yang diberikan Allah SWT itu baru sebagian kecil diambil Prabowo , sebagian besarnya masih belum di eksplorasi . Demi untuk membiayai Nyapres dan sebagian untuk menjalankan perusahaan , Prabowo sempat akan menjual sebagaian konsesi lahan batu baranya tersebut, namun lagi-lagi sat transaksi akan terjadi ada pihak-pihak yang menghalangi pada konglomerat yang akan membeli sebagain lahan Prabowo tersebut. Tentu tujuannya untuk menghambat Prabowo menjadi Presiden.

Nah , jadi kalau hutang PT Kiani yang kini tinggal 8 T, disbanding dengan asset batu bara Prabowo (anak perusaahan PT Kiani) mencapai puluhan bahkan ratusan Triliun nilainya, apalah artinya, jadi gak jadi Presiden , Prabowo tetap kaya dan bisa membayar utang yg secuil dibandingakn dengan asset perusahaan itu.

Soal karyawan yang disebut-sebut mogok atau gak dibayar, mari saya beberkan sekalian. Sejak gonjang-ganjing tahun 2011 tersebut ( perusahan dipailitkan) , operasi perusahaan tidak penuh, hanya 10 persen saja. Yaitu hanya untk menjaga mesin, namun meski perusahaan tidak berjalan atau hampir tidak berjalan karena kelangkaan bahan baku, Prabowo tetap mempertahankan , tidak mengurangi. Bisa dibayankan 1500 orang yg mohon maaf sebetulnya nganggur itu terus dibayar Prabowo sekitar 13 miliar tiap bulan . Dari mana mereka dibayar, dari kantong pribadi Prabowo.

Nah, ketika saat itu bersamaan Prabowo harus mengeluarkan uang yang juga harus besar, sempat terjadi kelambatan pembayaran, dan kelambatan (yg sekarang sudah mulai diselesaikan) itu kemudian dibesar-besarkan media pendukung sebelah sono lantaran Prabowo tidak membayar karyawannya. Coba kalau media yang memberitakan itu waras , mustinya justru menceritakan, mana ada pengusaha (termasuk bos para wartawan itu) membayar karyawan selama tiga tahun, padahal perusahaan itu hampir tidak operasional (hanya 10 persen oparasionalmya). Orang “nganggur” dibayar kok malah Pak Prabowo masih dihujat. Bahwa memang sempat ada demo, itu lantaran sempat ada yg mengosok , dan yg demo besarnya tidak sampai 100 orang. Namun sekarang mereka semua malah medukung Pak Prabowo menjadi Presiden.

Setelah Pilpres, jadi atau tidak jadi presiden, saat konsesi batu baranya Prabowo sudah dijual atau di eksplorsi, maka PT Kiani/Kertas Nusantara akan investasi besar-besan utk menanam hutan tanaman indutri ( umur tanaman 8 tahun), dan selam menunggu itu dari uangnya, Prabowo akan mengimpor sementara bahan baku. Jangan lupa PT Kertas Nuasntara/Kiani itu dulu dibangun Bob Hasan sebagai perusaahn pulp dan kertas termodern di dunia, bahkan salah satu mesinnya langsung bisa mencetak wall paper.

Jadi kalau ada yang bilang Prabowo jadi Presiden harus mikir utang, saya hanya mengatakan, semoga manusia-manusia bicara seperti itu tidak terus diberi kebodohan oleh Allah SWT. Bagaimana dia akan mikir, habis Pilpres ini konsesi lahannya yang mengandung batu bara luar biasa akan jadi rebutan investor mana pun. ( Sekali lagi, jadi atau tidak ia presiden), karena investor selama ini menahan diri, menunggu hingga Pilpres selesai, Pak Prabowo tetap punya uang besar dari penjualan konsesi batu baranya atau bisa menjual batu bara dari eksplorasi yang akan dilakukan dari lahannya.

Semoga dengan tulisan yang saya buat sambil ngantuk dan nahan masuk angin berat ini , dan cukup menyita waktu saya , ada manfaatnya. Terimakasih.

(Tulisan ini bersumber dari status facebook Bu Nanik S Deyang dan dicopy-paste atas izin beliau)

Sekitar tahun 2002, saya yang masih menjadi Pemimpin Redaksi sebuah majalah ekonomi, mempertanyakan pada Pak ECW Neloe (waktu itu Dirut Mandiri) , mengapa dia memberi pinjaman kepada Prabowo ( Prabowo saat itu berpatungan dengan Jenderal Luhut Panjaitan), untuk membeli PT Kiani Kertas (sekarang namanya PT Kertas Nusantara) milik pengusaha Bob Hasan, yang mana saat itu perusahaan tersebut menjadi "pasien" BPPN.

Kenapa saya tanyakan, karena perusahaan itu tidak sehat , dan secara keuangan juga berat, termasuk tidak memiliki cukup ketersediaan bahan baku. Kemudian juga letak perusahaan itu di sebuah pulau di Kalimantan Timur, yang secara bisnis tidak efisien, karena kalau ambil bahan baku dari luar, biaya lebih mahal.

Berkali-kali saya ingin bertemu dengan Pak Neloe, seperti biasa, saya ingin berdebat soal Kiani Kertas ini. Hingga suatu hari hampir tengah malam, saya di tilpon Pak ECW Neloe . "Deyang saya sengaja tidak tanggapi surat permintaan wawancara Anda, saya ingin bicara dari hati ke hati dengan Deyang. Ini bukan masalah saya memberikan kredit pada Prabowo, tapi ini masalah keutuhan wilayah NKRI. Sebagai Dirut Bank milik Negara resiko saya besar memberikan kredit pada Prabowo untuk mengambil PT Kiani Kertas, tapi sebagai anak bangsa, saya tidak mau tanah air saya sejangkal pun diambil asing," kata Pak Neloe dengan nada amat sangat serius.

Gaya saya yg biasanya arogan dan ngeyel kalau bicara dengan nara sumber pun langsung luruh, saat Pak Neloe bicara NKRI. Saya kemudian dengarkan cerita dari A-Z soal Kiani dari Pak Neloe. Kisah singkatnya adalah sebagai berikut: Sudah lama Pulau di Kalimantan yg masuk Kabubaten Berau (kalau salah mohon dibenarkan ejaannya), Kalimantan Timur itu diinacar oleh Amerika untuk pangkalan perang AS. Ada tiga tempat tepatnya yang di incar AS untuk pangkalan perang AS yaitu di daerah Papua, Kepulauan Riau dan Pulau di Kalimantan ini. Tapi yang paling diminati Amerika adalah Pulau di Kalimantan di Kabupaten Berau ini.

Mengapa pulau di Kalimantan Timur (sekarang jadi lokasi pabrik PT Kiani /PT Kertas Nusantara) ini sangat seksi dan membuat Amerika ngiler, karena waktu itu pangkalan perang dia di Philiphina sudah habis. Kemudian posisi ini juga sangat strategis, dan secara alamaih pantainya, tanpa dibangun pun sudah langsung bisa untuk merapatkan dua kapal induk milik AS yang super jumbo itu (tidak ada satu pun di dunia yg memiliki pantai seperti ini) …kalau tidak salah ( Hazmi Srondol sudah menulis kharakteristik pulau ini lebih detil lagi).

Nah , sekitar tahun 1994 , Pak Harto punya akal, bagaimana caranya supaya Pulau di Kalimantan itu tidak dincar Amerika lagi, maka dipanggilah pengusaha Bob Hasan yang juga sahabat Pak Harto, untuk menyelematkan Pulau tersebut. Caranya Bob Hasan disuruh membangun industri Pulp and Paper termodern di dunia di pulau itu. Tentu sebagai pebisnis Bob keberatan, karena itu tadi bangun pabrik di tengah pulau , dengan bahan baku di luar pulau kan tidak efisien. Pak Harto tidak kekurangan akal, Pak Harto pun minta pada Menhut, kalau gak salah waktu Ir Hasrul Harahap, agar Bob Hasan diberi konsesi HPH dan juga lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) di sekitar pulau. Sedangkan agar membangun pabriknya tidak berat, Bob Hasan diberi pinjaman dari dana reboisasi (DR) milik Dephut dengan bunga 0 persen.

Saya ingat waktu itu Bob tetap berat sebetulnya menjalankannya, namun sebagi anak angkat Pahlawan RI, Gatot Subro, dan sahabat Pak Harto, maka Bob Hasan pun menjalankan perintah Pak Harto untuk menyelamatkan pulau tersebut, meski dia tahu tidak akan mudah nanti menjalankan perusahaan tersebut. Mengingat loaksi pabrik di tengah Pulau.

Horee, akhirnya Bob Hasan bisa membangun pabrik modern di pulau tersebut. Dan Pak Harto pun mulai tersenyum, karena bisa "NGAKALI" Amerika. Artinya dengan pulau itu telah menjadi lokasi bisnis yang dikelola swasta, menjadi alasan Pak Harto tdk melepaskan Pulau itu dipakai Amerika. Malang buat Pak Harto, Amerika tahu akal-akalan Pak Harto, Clinton sangat marah dan tersinggung , dan mulailah goyangan-goyangan pada Pak Harto dimulai. Dimulai dari krisis ekonomi, dimana operator penghancurleburan dilakukan oleh Soros , sehingga rupiah kita ambruk terpersok pada lubang yang dalam , dan semua konglomerat yg selama puluhan tahun tdk melakukan hedging pada hutang luar negerinya (Dolar) ikut ambruk semua. Hancur lebur ekonomi Indonesia, dan Pak Harto pun dijungkalkan lewat kerusuhan Mei , yg kalau orang waras berfikir sebetulnya itu bukan gerakan Mahasiswa, tapi sebuah gerakan yg dilakukan pihak tertentu dengan menggunakan Mahasiswa dan masyarakat. Itu bukan gerakan reformasi, tapi gerakan si Raksasa itu menjungkirkan orde baru, Pak Harto dalam hal ini.

Pak Harto terjungkal, Bob Hasan sebagai kroninya termasuk yg ikut dijungkalkan, bahkan akhirnya dicari kasus sepele, hingga Bob Hasan pun di buang (di penjara ) di Nusa Kambangan.

Bersamaan dengan dikandangkannya Bob Hasan di penjara Nusa Kambangan, tentu bisnis Bob Hasan yg sudah kehantam krisis , makin porak poranda. Semua perusahaan Bob Hasan termasuk Kiani, menjadi jaminan utangnya, dan dimasukkan ke BPPN (Badan Penyehatan Perbakan Nasional).

Tahun 2002 , Bob Hasan yang waktu itu masih di penjara Nusa Kambangan , mendapat kabar bahwa perusahaannya yg menjadi pasien BPPN ditawar tinggi oleh JP Morgan. Otak Bob langsung jalan, ia tidak mau Pulau itu jatuh ke tangan asing, maka Bob menghubungi orang yg sangat mencintai Indonesia, orang tersebut adalah Prabowo Subianto. Sayang Prabowo tidak punya uang , maka Bob menghubungi orang yg setipe dengan Prabowo yg juga sangat nasionalis, orang tersebut adalah kawan dekat Gus Dur dan Juga Megawati, yaitu Dirut Mandiri, ECW Neloe.

Gayung bersambut, Neloe bersedia memberi pinjaman kepada Prabowo, untuk membeli Kiani dari BPPN, agar tidak jatuh ke perusahaan Asing yaitu JP Morgan. Meski dipinjami Bank, Prabowo tetap harus menyediakan uang sekitar 30 persen dari harga PT Kiani, dan saat itu Prabowo mengajak Luhut Panjaitan yang terlebih dahulu sudah terjun sebagai pebisnis.

Nah bagaimana cerita selanjutnya????? nantikan bagian kedua ya…saya sudah lama mau nulis ini, tapi pasti tidak bisa pendek…(SIMPAN TULISAN PERTAMA SAYA INI, DAN TUNGGU BERIKUTNYA ). Nanti Anda akan mendapat gambaran , siapa sebetulnya yang paling mencintai Indonesia ini dengan Ikhlas???

sepi di luar sana bermesra bersama gelap, ada sedikit jabaran bahwa dingin, jauh lebih sunyi daripada terbujur sambil menatapi langit-langit kaku, menanti embun di luar sana menetes masuk, mencongkel haus, menghidupkan sesuatu yang menjadikan batu diteguk pelan-pelan.

embun belum pernah tau rasanya senja, sedang ia menuliskan dalam namanya cinta, berkali-kali. Sampai pada lagu embun mereka tertegun, menyadari hati yang tumbuh sama-sama rapuh, secangkir teh yang tertuang bukan harga juang. Terasa bukan demi Tuhan mereka beriman, melainkan setitik saja, setitik saja nafsu yang menggebu.

Tunggulah kelak, tumbuhlah sejenak, sampai pada titik temu kerinduan yang masih sama diingkari. Kerinduan nan menamparkan kesadaran insan akan keMahaCerdasan Tuhan.

Puisi Pendek Rusuh

langit pagi basah,
bergelayut di bawahnya asmara yang memanah-manah,
sisa hati yang berserakan di kota hujan,
menyumpah nyawa tanpa serapah.

aku dibenci,
karena aku sendiri tak mengerti mengerti.

Matahari baru separuh muncul, masih mengintip dari balik punggung Merbabu. Kucoba buka pintu dan jendela kamar, uff…dinginnya masih cukup menusuk. Akupun kembali asyik di sudut kamar, bersama alat tulis dan coret-coretanku. Sampai kemudian terdengar bunyi pintu kamar dibuka, diiringi masuknya semerbak aroma kopi dan hawa dingin pegunungan. Satu-satunya yang menghangatkan pandanganku adalah senyum lembut pembawa kopi tersebut. Umi, sang bidadari. 🙂

Di sela kesibukannya di dapur, ia sempatkan sejenak untuk duduk di sampingku menyaksikan rangkaian abjad yang tertuang di lembaran-lembaran.
“Diminum mas, kopinya. Ini juga saya bawakan wajik.”
Ah, lembut sekali. Aku bergegas meneguk sedikit, tanpa lupa menawarinya. Seperti biasa, tanpa segan ia minum di tempat yang sama aku meminumnya. 🙂

*
Dari sudut sempit jendela kamar
aku saksikan dedaunan belimbing kakek menari-nari
membelai larik-larik hangat mentari muda.
dari sudut sempit ini,
aku janjikan atas nama Ar Rahman, sebentuk rindu yang menumpuk
yang menyehatkan akar hari kita; cinta.
*

Kuraih mug kopi lagi, sudah tak sepanas tadi. Mataku menerawang, tanggal 13 kemarin. Telingaku berusaha mengiang-ngiangkan kembali petuah-petuah pak kyai dalam khutbah nikah-nya.
“Nah, sekarang kalian sudah resmi sebagai suami istri, selain saling menyayangi, juga kalian harus saling memaafkan, saling menghormati… ”
Ingatanku berhenti sampai di situ, beralih ke kekonyolan kita. Petuah agar saling menghormati begitu berkesan di hati kita. Masih terbayang jelas di hari yang sama, aku dengan tegap menirukan adegan seorang tentara yang sedang menghormat atasannya, tepat di hadapanmu. Kemudian kita terbahak bersama…

*
masih dari jendela yang sama, kurebahkan angan-angan di sebelah boneka pisang.
langkah kita memang masih dan sedang berantakan,
meski setidaknya telah kita amankan posisi muda kita
dari langkah yang tersaruk kegalauan terkekang kekeliruan.
Aku tahu janji di bawah ArRahman tidak sehina dunia, dan kita tahu.
Mari sayang, kita pupuk rindu yang tak sembarangan orang tahu.
*

Senyumku terkembang lebar, kopi dengan sedikit gula itu sudah licin tandas. Ups… Padahal pasti sebentar lagi Umi datang….

*
buat Umi, sebaik-baik senyum yang kulihat, sebaik-baik perhiasan yang kurawat,
harap maklum, jika cintaku terlalu kuat.